Tampilkan postingan dengan label temanggung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label temanggung. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Mei 2015

CANDI WONOKERSO TEMBARAK TEMANGGUNG

CANDI WONOKERSO

saya di candi wonokerso
  Lokasi : desa wonokerso kec tembarak temanggung
Religion : tidak diketahui

Blusukan 5 April 2015 menuju sebuah kota dengan pusat penghasil tembakau terbesar dan berkualitas,tentunya tak asing dengan kota Temanggung tersebut.udara di kota Temanggung ini sungguh sejuk dan nyaman karena memang kota ini berada di pegunungan.jadi tidak heran kalau suasana di sini masih terasa sejuk  dan asri sepanjang waktu...bagi yang hobi blusukan tempat ini layak dikunjungi  dan sangat cocok sekali...sebagai pelengkap perjalanan blusukan anda.
Disalah satu sudut kota Temanggung ternyata masih tersisa bukti kejayaan peradaban masa silam,tepatnya di Desa Wonokerso,Tembarak,Temanggung.Yaitu kumpulan sisa sisa bangunan sebuah candi yang berada di tengah lahan persawahan penduduk.sebagian masih terlihat dan masih banyak bagian lain yg tertimbun kembali..
Menurut penuturan warga yang berhasil saya ajak ngobrol,pernah dari dinas terkait mencoba melakukan penelitian tetapi sampai sekarang tidak ada atau belum ada tindak lanjutnya.Sempat ditemukan pula arca budha di desa sebelah tapi keberadaannya entah sekarang sudah hilang kemana...

 
batu berornamen

batuan struktur candi

batuan candi

antefik

sebagian masih tertutup oleh rumput ilalang

batu bermotif

berada di lahan persawahan 

di bawah pohon kelapa letak candi wonokerso berada
narsis dulu..hehe
sebagian tertimbun tanah kembali

berada di sepetak tanah yg grumbul

batuan candi yang terpisah

di sekitar lokasi banyak tersebar batuan sisa candi suatu kesengajaan berpindah atau suatu kebetulan belaka

pemandangan yang indah menuju candi wonokerso

di desa wonokerso ini dahulu terdapat dua bangunan candi tetapi hanya menyisakan reruntuhan saja.untuk candi yang kedua lokasi terlewat saat menuju candi pertama,memang sekilas tidak banyak yang tahu kalau di balik rimbunnya pepohonan ada susunan batuan candi yang sengaja ditumpuk dan dikumpulkan menjadi satu.Lama tidak ada penanganan akhirnya tempa ini menjadi rimbun dan berlumut di semua bagian batu.

batuan candi wonokerso yang kedua

tak terasa blusukan di desa wonokerso telah puas rasanya dengan suasana yang syahdu mendayu-dayu,ditemani hamparan padi yang membuat suasana menambah syahdu....angin semilir sepoi sepoi terasa nyaman di tempat ini....semoga di lain kesempatan bisa mblusuk lagi ke tempat yang jauh dari hingar bingar kota Temanggung.Akhirnya perlahan meninggalkan candi wonokerso menuju situs dan candi berikutnya...

terimakasih salam budaya semoga lestari

SELAMAT BLUSUKAN

Jumat, 27 Maret 2015

CANDI GONDOSULI BULU TEMANGGUNG JAWA TENGAH

CANDI GONDOSULI

di reruntuhan batu penyusun candi gondosuli

Lokasi: Desa Gondosuli Kec Bulu Temanggung
Religion: Hindu

Blusukan bulan desember ini menuju ke kota temanggung,seringkali juga banyak yang menyebut kota tembakau.Disini salah satu pusat penghasil tembakau di Indonesia.Banyak gudang gudang penyimpanan dari perusahaan rokok nasional berdiri di kota ini.
Di salah satu kecamatan di kota ini ada sebuah peninggalan sejarah peradaban masa silam yang begitu mengagumkan meski hanya tinggal reruntuhannya saja,yaitu reruntuhan candi gondosuli.Disini juga terdapat sebuah prasasti yang sering disebut prasasti gondosuli.

prasasti gondosuli 
Berdasarkan penelitian Prasasti Gondosuli memuat 11 baris tulisan, ditulis dengan huruf Jawa Kuno, tetapi menggunakan bahasa Melayu Kuno. Bahkan bentuk tulisannya mirip prasasti-prasasti di daerah Sriwijaya Andalas (Sumatera).
Prasasti Gondosuli ditulis/dipahat pada batu besar dengan panjang 290 cm, lebar 110 cm dan tinggi 100 cm, sedangkan bidang yag ditulis berukuran 103 x 54 cm2.
Pada baris pertama terdapat tulisan “Nama Syiwa Om Mahayana, sahin mendagar wa’zt tanta pawerus darma”. (Bakti kepada Desa Siwa, Om Mahayana (Orang Besar). Di semua batas hutan pertapaan, tua dan muda, laki-laki dan perempuan, mendengarkan hasil pekerjaan/ perbuatan yang baik).
Prasasti ini berisi penghibahan tanah, dimana tanah itu digunakan untuk bangunan suci/ candi, serta untuk memperingati pembangunan patung raja (Hyang Haji) disebuah preseda yang disebut Sang Hyang Wintang.



CANDI GONDOSULI
SELAIN prasasti, ditemukan pula reruntuhan bebatuan candi yang berserakan disekitarnya. Belum diketahui berapa luas candi tersebut, karena bentuknya sudah tidak utuh lagi.
Batu-batu yang berserakan itu diperkirakan hanya bagian atas candi, sedangkan sebagian besar bangunan candi terpendam dalam tanah. Pernah ada upaya dari pihak terkait, yaitu Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah, untuk melakukan penggalian. Tapi upaya ini dihentikan karena tanah diatas bangunan candi yang terpendam digunakan untuk pemakaman umum. Bahkan ada makam seorang tokoh agama, Kiai Rofi’I, yang dikeramatkan oleh penduduk setempat.
Ahli purbakala dari Australia, Prof Dr JG Casparis, menduga candi Gondosuli dibangun pada abad ke-9. Casparis juga memperkirakan kalau bentuk bangunan candi ini tidak berbeda jauh dari bangunan-bangunan candi yang dibangun pada abad tersebut dan berada disekitarnya.
Candi-candi yang dimaksud Casparis antara lain puluhan candi di Dieng, candi Gedongsongo, dan candi Pringapus di Temanggung. Candi Gondosuli, yang berasitektur Hindu, diperkirakan juga dibangun Rakai Patapan. Ia merupakan salah seorang anak dari sanjaya, raja pertama Mataram Hindu. Rakai Patapan sendiri merupakan raja ke-5.

sisa batuan reruntuhan candi gondosuli

berada dekat dengan prasasti gondosuli

banyaknya batuan reruntuhan candi

batuan bagian pintu candi

umpak umpak batu

batuan candi

batu batu yg masih terlihat pahatan


batu kemuncak candi




arca nandi yang aus

yoni candi gondosuli

batuan candi

batuan candi yang masih terlihat motif hiasannya

batu dengan hiasan makara

Sebuah lokasi yang direkomendasikan untuk dikunjungi. Selain jalan menuju lokasi menyuguhkan penandangan yang indah, berpetualang ke situs cagar budaya akan menambah kecintaan kita kepada sejarah budaya bangsa dan bermanfaat untuk anak cucu kita agar selalu melestarikannya. Bagi sahabat Explorider yang kebetulan berkunjung ke Temanggung, lokasi ini layak dikunjungi.

terimakasih ,salam budaya salam blusukan situs dan candi